Carut Marut Data BPNT, Kepala Desa dan Kasi Pelayanan Se-Kecamatan Patuk "Sowan" Ke Dinas Sosial GK

Suroyo, S.Sos.I 20 April 2018 13:30:41 WIB

Patuk_SIDA. Lagi – lagi persoalan data yang amburadul. Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) sebagai program pengganti RASKIN/RASTRA menunai kritik di sebagian besar Pemerintah Desa se-Gunungkidul, khususnya di wilayah Kecamatan Patuk, seluruh Kepala Desa dan Kasi Pelayanan di Kecamatan Patuk kompak “Menolak Data dan Kartu KKS” yang semestinya di bagikan hari ini, Jum’at/20 April 2018. Aksi penolakan ini diwujudkan dengan tidak membagikan undangan pengambilan kartu KKS ke warga dan kemudian secara bersama – sama mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul untuk meminta klarifikasi terkait carut marut data BPNT tersebut.

Aksi damai ini dipimpin oleh ARIPIN, S.IP, sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Kecamatan Patuk, diikuti Kepala Desa dan Kasi Pelayanan se Kecamatan Patuk serta TKSK Kecamatan Patuk, Ali Syafrodin, A.Md.

Kedatangan Kepala Desa dan Kasi Pelayanan Kecamatan Patuk ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Dra. Siwi Iriyanti, M.Si, didampingi Subarno, S.Sos selaku Kepala Bidang Sosial dan beberapa staf Dinas Sosial.

Audiensi diawali paparan aspirasi Kepala Desa dan Kasi Pelayanan se Kecamatan Patuk, di wakili oleh Aripin, S.IP, sebagai Ketua Paguyuban Pamong Kecamatan Patuk sekaligus Kepala Desa Nglegi; beliau sampaikan bahwa Kepala Desa sangat kaget menerima data byname calon penerima kartu KKS dari pendamping PKH, Kamis, 19 April 2018 siang dan harus memilah data. Ternyata data tidak cocok dengan DPM 2 hasil musdes, padahal desa juga harus mengundang warga penerima kartu KKS besuk paginya (Jum’at, 20/04/2018). Maka kami tidak sanggup dan tidak menerima data ini, karena pasti akan menjadi gejolak di masyarakat, tegasnya. Maka kami mohon, Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul meng-advokasi keluhan kami ke kemensos agar ada kepastian data penerima KKS sesuai hasil musdes. Kami juga berharap pemerintah (Dinas Sosial/Kemensos) mensinergikan aplikasi SID dengan SIKsNG, sehingga desa tidak lagi entri data BDT/BPNT, imbuhnya.

Hasil klarifikasi Carut Marut Data BPNT oleh Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, sbb :

  1. Kepala Dinas Sosial GK, Siwi Iriyanti, M.Si mengakui bahwa program BPNT Kemensos RI sosialisasinya mendadak dan masih banyak sisi lemahnya
  2. Terkait penerbitan kartu, ternyata data dasar penerbitan kartu KKS belum siap, tetapi pihak Bank Mandiri mengharuskan untuk segera distribusi kartu sebelum tanggal 25 April 2018. Padahal hari Rabu, 18 April 2018 Dinas Sosial baru mendengar hal tersebut.
  3. Data DPM 2 hasil musdes desa – desa se Kabupaten Gunungkidul belum masuk di Dinas Sosial GK sebagai dasar penerbitan Kartu KKS, sehingga Dinas Sosial juga bingung harus bagaimana, sementara Kemensos dan Bank Madiri menginginkan untuk segera mencermati data untuk selanjutnya mendistribusikan kartu KKS hari Jum’at ini (20/04/2018) dan Senin (23/04/2018).
  4. Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul baru akan mencocokkan kartu KKS yang sudah terbit dengan data DPM 2 hasil musdes, lalu akan berusaha mengkoordinasikan ke Kemensos dalam waktu dekat.
  5. Dinas Sosial mengakui, dalam Surat Pemberitahuan ke desa ada kesalahan tehnis, tidak ada nomor regrister surat, karena semua serba mendadak dan kurang koordinasi internal.
  6. TKSK ssebenarnya sebagai Pendamping BPNT, tetapi karena jumlah personilnya yang sedikit, maka Pendamping PKH diperbantukan untuk kelancaran program BPNT.
  7. Berharap TKSK dan Pendamping PKH memperbaiki hubungan selama ini sebagai mitra kerja dengan desa dan Dinas Sosial.
  8. Aplikasi SIKs NG diakui sebagai keinginan dari kemensos, tetapi masih banyak lemahnya dan indikatornya sangat mirip dengan SIDA dan SIKAB. Maka Dinas Sosial akan berusaha untuk mensinergikan program dan aplikasi tersebut agar selaras dengan Basis Data Terpadu (BDT) sehingga desa tidak lagi kerja dua kali untuk entri data.
  9. Dinas Sosial akan berusaha mencari solusi ke pusat (Kemensos) terkait gejolak yang terjadi di wilayah Kecamatan Patuk (khususnya) dan Gunungkidul pada umumnya.
  10. Dinas Sosial siap koordinasi dan komunikasi dengan Kabupaten (BAPPEDA) terkait sinkronisasi data BDT yang sudah lengkap dan lebih valid yang dimiliki Bappeda dan TKPK Kabupaten Gunungkidul di dalam aplikasi SID (SIDA dan SIKAB)
  11. Dinas Sosial menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Kepala Desa dan Kasi Pelayanan Kecamatan Patuk atas perhatian dan kerjasama serta komunikasi yang terjadi hari ini, berharap ini adalah momentum perubahan untuk Kabupaten Gunungkidul yang lebih baik.

Kemudian dalam sesi diskusi, di sampaikan Wiji Wohadi (Kasi Pelayanan Desa Semoyo), bahwa Desa hanya akan menerima data BPNT dan Kartu KKS jika sesuai dengan data dasarnya yaitu DPM 2 Terakhir hasil musdes. Di wilayah kecamatan Patuk kompak tidak akan mengentri lagi di aplikasi SIKs NG, karena percuma, hanya kerja dua kali dan selama ini pemerintah tidak mengakomodir pemerintah desa, paparnya.

Suroyo, S.Sos.I (Kasi Pelayanan Desa Nglegi) menyampaikan uneg – unegnya, bahwa selama ini Pemerintah Desa hanya menjadi obyek program oleh pemerintah, data tidak pernah valid dan terkesan hanya memerintahkan desa tetapi tidak pernah mengakomodir kemauan desa, buktinya hasil musdes selama ini, bahkan bertahun-tahun data tidak pernah sesuai dengan apa yang diharapkan. Pemerintah masih “bermain” dengan data kemiskinan, bagaimana bisa membuat kebijakan yang tepat, kalau datanya tidak pernah valid, itu namanya bohong, kami tidak mau menuruti pemerintah terus, sementara pemerintah tidak pernah mendengarkan kemauan masyarakat. Kami merasakan ini hanya perang kepentingan, perang aplikasi antar beberapa pihak. Maka kami harap, ada Aplikasi online dan terpusat di kementrian yang mengakomodir Basis Data Terpadu, sehingga ada SATU DATA UNTUK SEMUA.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, berharap konsistensi dan komitmen Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul dapat terwujud sebagai bukti kesungguhan kita membangun masyarakat Gunungkidul yang bermartabat, lebih maju dan sejahtera. (Yoyo)

Komentar atas Carut Marut Data BPNT, Kepala Desa dan Kasi Pelayanan Se-Kecamatan Patuk "Sowan" Ke Dinas Sosial GK

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Data Kebudayaan Desa Nglegi

1. Rosulan, Nyadran, dan Ritus Pangan
     
NO

          

NAMA KEGIATAN

 

 WAKTU PELAKSANAAN

 KET

1 Rasul Desa Nglegi 19 Agustus 2017 -
2 Rasul Dusun Nglegi 19 Agustus 2017 -
3 Rasulan Dusun Trukan 19 Agustus 2017 -
4 Nyadran 1 Agustus 2017 -
5 Sedekah Laut 1 Januari 2017 -

Radio Persatuan Nglegi (PERSEGI)

Aparatur Pemerintah Desa Nglegi

            PERANGKAT DESA NGLEGI
     
NO

          

NAMA

 

 JABATAN

1 WAGIMAN, S.IP Kepala Desa
2 KUNCORO KRESNO, S.Kom Sekretaris Desa
3 SURADI Seksi Pemerintahan
4 SUROYO, S.Sos.I Seksi Pelayanan
5 SUDIYONO Seksi Kesejahteraan
6 - Kaur Keuangan
7 ARIF JUNAIDI ARSONO Kaur Perencanaan
8 RADIYO Kaur Tata Usaha dan Umum
9 KARNOTO Staf
10 CIPTO YUWONO, S.IP Staf
11 SUPARTONO Staf
12 AYUS GUNTORO Dukuh Klepu
13 TRI SUHARTANTA Dukuh Trukan
14 SUGIMAN Dukuh Nglegi
15 TRI KARYADI Dukuh Nglampar
16 TUKARJO Dukuh Kembang
17 WARTONO Dukuh Gedoro
18 WIDODO Dukuh Padangan
19 MURYANTO Dukuh Glagah
20 TUGIMAN Dukuh Karang

Lokasi Nglegi

tampilkan dalam peta lebih besar